Berbeda dengan rangkaian Biennale Jogja sebelumnya, kali ini Biennale Jogja XIV Equator #4 mengawali kegiatannya dengan menyelenggarakan pameran Pra Biennale guna mengumumkan nama-nama perupa Indonesia yang terpilih kepada publik, serta memberikan materi perkenalan berkaitan dengan Brasil sebagai Negara mitra pilihan Biennale Jogja kali ini.

 

Brasil memiliki beberapa kesamaan dengan Indonesia. Kesamaan pertama adalah jumlah populasi yang besar, dan kesamaan kedua adalah tingkat keragaman hayati yang tinggi. Persaingan hidup yang panas dan beragam persoalan yang muncul di kedua wilayah ini akan menjadi medan eksplorasi kami. Kreatifitas menghadapi persoalan yang mencemaskan, hingga cara-caramemperjuangkan hidup dalam usaha menemukan harapan, menjadi gagasan yang ingin kami tampilkan dalam Biennale Jogja XIV Equator #4  yang akan datang.

 

Keterbatasan ruang hidup dan sumber-sumber pemenuhan kebutuhan hidup adalah masalah utama yang dihadapi negera-negara dengan jumlah populasi besar, sehingga soal keadilan merupakan isu yang sensitif. Hal ini kami rasakan saat harus menentukan perupa-perupa Indonesia yang akan kami libatkan dalam  BiennaleJogja XIV Equator #4. Keterbatasan dana yang kami miliki hanya mampu memfasilitasi 40 perupasaja. Sedangkan jika dibandingkan dengan jumlah perupa di kota Yogyakarta yang telah menembus angka 1000 perupa, jumlah 40 perupa yang kami fasilitasi sebenarnya sangat tidak sebanding. Kenyataan ini menjadikan kami harus memilih secara adil supaya tidak menimbulkan persoalan-persoalan yang akan menjauhkan kenyataan dari harapan yang dikehendaki.

 

Maka untuk memilih perupa yang akan dilibatkan dalam Biennale Jogja XIV Equator #4 mendatang, kami berupaya untuk menyusun konsep pemilihan yang dapat memicu persaingan sehat dalam dunia senirupa, atau setidaknya memperlihatkan peta kompetisi dunia senirupa Indonesia pada hari ini.

 

Kami mengawali pemilihan perupa Indonesia dengan mengumpulkan nama-nama yang aktif berkegiatan antara tahun 2011-2016. Rekam jejak aktivitas pameran selama lima tahun terakhir menjadi rujukan utama bagi kami untuk melacak seniman-seniman yang aktif di beberapa kota. Ada sekitar 900 nama yang dapat kami kumpulkan, lalu dari 900 nama tersebut kami mulai melakukan proses penyaringan. Setelah melewati tiga tahap penyaringan (usia, belum pernah tercatat sebagi peserta penyelenggaraan tiga edisi Biennale Jogja sebelumnya, dan pernah menyelenggarakan pameran tunggal atau kegiatan lain yang setara dalam lima tahun terakhir) kami mendapatkan setidaknya 40 nama perupa, termasuk didalamnya terdapat kelompok atau komunitas perupa yang aktif membuat kegiatan-kegiatan mandiri. Ke-40 nama tersebut kami peras lagi berdasarkan keragaman ekspresi, dan kami coba dekati tidak sebagai “obyek” melainkan sebagai “subyek” yang kami ajak bicara.

 

Langkah berikutnya adalah mendatangi studio kerja mereka dan melakukan wawancara untuk medalami lebih lanjut tentang kegelisahan yang melatar belakangi proses kreatif mereka dan harapan-harapan yang hendak mereka capai di masa depan. Pada tahap terakhir ini kami memutuskan 27 nama-nama yang terpilih.

 

Hasil pemilihan perupa dari proses penyaringan yang kami sampaikan di atas sesungguhnya masih menyisakan kecemasan. Menyatukan keragaman karya dari proses kreatif yang beragam tentu bukan hal yang mudah dilakukan, untuk itulah kami menyelenggarakan kegiatan Pra Biennale ini. Disamping mengumumkan kepada public nama-nama perupa Indonesia yang terpilih untuk Biennale Jogja XIV Equator #4, kegiatan Pra Biennale ini bertujuan untuk menampilkan karya-karya perupa terpilih secara apaadanya, supaya kami dapat memahami persoalan-persoalan dari keragaman yang kami hadapi.

 

Dalam rangkaian kegiatan Pra Biennale ini, kami juga akan mengadakan sesi diskusi dengan perupa-perupa terpilih untuk menentukan tema yang akan diketengahkan pada Biennale Jogja XIV Equator #4 yang akan datang. Hasil dari diskusi inilah yang nantinya akan kami tawarkan pada perupa-perupa Brasil yang akan terlibat dalam Biennale Jogja XIV Equator #4 yang akan datang.

 

Kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu proses kerja kami sampai di hari ini. Kami tahu perjalanan masih panjang, dan kami harap kita semua dapat terus mengawal dan bekerjasama untuk kesuksesan penyelenggaraan Biennale Jogja XIV Equator #4.Terakhir,kepada perupa-perupa Indonesia terpilih, kami ucapkan “Selamat Bergabung dalam Biennale Jogja XIV Equator#4”

 

Salam,

Pius SigitKuncoro