Pusat Kebudayaan Kusnadi Hardjosoemantri menyambut dengangembira ajakan dari Biennale Yogyakarta untuk turut berpartisipasi dalam acara Biennale Yogyakarta yang kali ini akan digelar untuk ke-14 kalinya. Kerjasama antara Pusat Kebudayaan Kusnadi Hardjosoemantri dan Biennale Yogyakarta ini merupakan usaha bagi kami untuk membangun jaringan dunia global. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Universitas Gadjah Mada untuk menjadi world class university  yang turut aktif dalam pergaulan internasional.

 

Di dalam kerjasama ini, kami menekankan bahwa dalam pergaulan internasional Biennale Yogyakarta jangan sampai kehilangan spirit-nya yang membedakan Biennale Yogyakarta dengan ajang senirupa yang lain. Sebagai acara senirupa internasional yang berada di Yogyakarta, dan diwujudkan oleh orang-orang Yogyakarta, maka Biennale Yogyakarta harusnya memberikan tawaran yang khas dan unik.

 

Dalam pembicaraan dengan Pius Sigit (Kurator) dan Dodo Hartoko (Direktur), kami menangkap adanya semangat partisipatif dan bekerja bersama-sama yang ditawarkan oleh Biennale Yogyakarta yang sekarang ini. Semangat untuk “bergotong-royong” dan “bahumembahu” mewujudkan Biennale Yogyakarta pada hari ini menurut kami sangat penting untuk dipromosikan hari ini, di tengah kondisi dunia seni yang semakin mengedepankan individualitas atau mengedepankan komunitas-komunitas yang terbatas.

 

Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan selamat bekerja kepada Pius Sigit, Dodo Hartoko, dan Tim Biennale Yogyakarta. Kami juga mengucapkan selamat kepada 27 seniman Indonesia yang terpilih untuk mengikuti Pameran Utama Biennale Yogyakarta. Semoga kerjasama ini merupakan awal untuk membangun hubungan yang baik antara PKKH UGM dengan Biennale Yogyakarta, dan public seni yang lebihluas.

 

 

23 Februari 2016

 

 

 

Prof. Dr. Faruk, H.T.

Kepala PKKH UGM