06 Oktober – 14 November 2021

TAMAN
BUDAYA
YOGYAKARTA

JOGJA
NATIONAL
MUSEUM

MUSEUM
DAN
TANAH LIAT

Pameran Utama

6 October – 14 November 2021

Pameran Arsip Equator

6 October – 14 November 2021

Bilik Korea

5 October – 14 November 2021

Bilik Taiwan

5 October – 14 November 2021

Docking Program

August – September 2021

Asana Bina Seni

25 July – 25 August 2021

Biennale Forum

8,9,10 Oktober 2021

Sesi Viral

Agustus, September, Oktober 2021

Residensi Seniman

June-July 2021 / September-October 202

Forum Diskusi Publik Daring

March – August 2021

PAMERAN UTAMA

SENIMAN PARTISIPAN

A Pond is the Reverse of an Island (Yogyakarta-Jakarta-Majalengka)
Antoine Pecquet (New Caledonia/Nouméa)
Arief Budiman (Indonesia/Yogyakarta)
Badan Kajian Pertanahan (Majalengka)
Broken Pitch x Juanga Culture (Yogyakarta-Maluku Utara)
Dapur Umum 56 (Indonesia/Yogyakarta)
Dyah Retno (Indonesia/Yogyakarta)
Edith Amituanai (Samoa/Auckland)
Ersal Umammit (Indonesia/Ambon)
Eunike Nugroho (Indonesia/Yogyakarta)
Greg Semu (Samoa - New Zealand/Sydney)
Hayden Fowler (New Zealand/Sydney-Berlin)
Ika Arista (Indonesia/Sumenep)
Indonesia Art Movement (Indonesia/Jayapura)
Jumaadi (Indonesia/Sydney)
Kurniadi Widodo (Indonesia/Yogyakarta)
Lakoat.Kujawas (South Central Timor)
Maria Madeira (Timor Leste/Perth)
Mella Jaarsma (Netherland/Yogyakarta)
Meta Enjelita (Indonesia/Yogyakarta)
Motoyuki Shitamichi (Japan/Naoshima)
Nicolas Molé (New Caledonia/Nouméa)
Radio Isolasido (Indonesia/Yogyakarta)
Riar Rizaldi (Indonesia-Hong Kong)
Salima Hakim (Indonesia/Tangerang)
Shivanjani Lal (Fiji-Australia/London)
Simaun Cardoso (Timor Leste/Dili)
Sriwati Masmundari (Indonesia/Gresik)
Tohjaya Tono (Indonesia/Bangkalan)
Udeido Collective (Jayapura)
Vembri Waluyas (Indonesia/Jayapura)
YB Mangunwijaya (Indonesia/Yogyakarta)
Yudai Kamisato (Japan/Tokyo)

PAMERAN ARSIP

SATU DEKADE MENYUSURI KHATULISTIWA

Biennale Jogja Seri Khatulistiwa telah berlangsung selama sepuluh tahun dengan tujuan untuk berkontribusi pada wacana seni di belahan bumi selatan, dan melihat bagaimana negara-negara khatulistiwa mempunyai sejarah dan kebudayaan spesifik yang menjadi bagian dari keragaman budaya dunia. Yayasan Biennale Yogyakarta menjalin kerja sama dengan negara-negara mitra yang dilalui oleh garis khatulistiwa, membawa penyelidikan dan percakapan yang berkembang ke dalam berbagai aspek kehidupan dan konteks sosial politik: mulai dari bentang alam, iklim, atau perkembangan demokrasi . . .

PROGRAM LABUHAN

Program Labuhan (Docking Program) adalah serangkaian kegiatan terhubung yang diadakan di Jayapura, Ambon, Kupang dan Maumere. Setiap kegiatan tersebut diproduksi bersama institusi atau kolektif seni di masing-masing kota dan terkait langsung dengan tema besar Biennale Jogja XVI Equator #6 yang secara umum membicarakan berbagai narasi sosial budaya yang mempertautkan antara Indonesia bagian timur dengan wilayah Oseania. Penyelenggaraan Program Labuhan ini sekaligus juga menjadi usaha untuk melakukan desentralisasi pada format Biennale Jogja yang selama ini seluruh …

BILIK NEGARA

BILIK KOREA

KONNECT ASEAN

Salah satu bilik negara dalam BJ XVI Equator #6 adalah Bilik Korea – ASEAN yang diampu oleh kurator Alia Swastika (Indonesia) dan Jongeun Lim (Korea Selatan). Pameran di Bilik ini secara khusus fokus pada relasi antara gerakan perempuan, seni dan pengetahuan/pengalaman perempuan. Tujuh seniman dari Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara menjadi bagian dari platform diskusi untuk membicarakan pengalaman atas lanskap, trauma, kekerasan, dan lainnya. Para seniman yang terlibat adalah Agnes Christina (Indonesia), Ampannee Satooh (Thailand), Chang Jia (Korea), Etza Meisyara (Indonesia), Fitri DK (Indonesia), Siren Eun Young Jung (Korea), dan Sao Sreymao (Cambodia) . . .

BILIK TAIWAN

PAN-AUSTRONESIAN

Rentang kekuatan tak terlihat di seluruh planet, dan dengan demikian mempengaruhi wilayah laut berbagai benua. Hal ini terkoneksi dengan kosmos misterius yang berada di luar planet. Orang Austronesia naik kano cadik, menggunakan arus permukaan laut untuk menjelajahi dunia yang lebih luas. Yaitu , bagian dari fitur budaya Austronesia.

“Pan-Austronesian” merupakan manifestasi dari perspektif dan kemungkinan yang lebih luas dari perhatian Museum Seni Rupa Kaohsiung pada budaya asli, berangkat dari fokus pada budaya Austronesia dan juga menantang masyarakat untuk menjadi lebih fleksibel . . .

PROGRAM PUBLIK

Pendaftaran Sesi Viral Biennale Forum

https://bit.ly/RegistrasiSesiViral

Forum Diskusi Publik #1: Sosialisasi Daring Biennale Jogja XVI 2021 Equator #6 Indonesia with Oceania

19:00 - 21:00

Mengulik Biennale Jogja XVI 2021 Equator #6 Indonesia with Oceania Apa yang kita ketahui tentang Pacific? Apa saja ragam seni budaya yang ada di kawasan […]

Find out more »
25 Maret 2021

Forum Diskusi Publik #2: Seri Membaca Oceania Dari Rumah Sendiri

15:00 - 19:00

Sebelumnya telah digelar Forum Sosialisasi Daring #1 pada akhir bulan Maret lalu yang menguraikan hasil kunjungan dan riset tim kurator BJ XVI bersama para seniman, […]

Find out more »
30 April 2021

Forum Diskusi Publik #3 “Kisah Dari Selatan: Membaca Arsip Biennale Jogja Equator”

09:00 - 17:00

Berbincang dengan: Komunitas Sakatoya/Pengarah Artistik Pameran Arsip BJ XVI Equator #6 2021   Kelas Asana Bina Seni/Peneliti Pameran Arsip BJ XVI Equator #6 2021   […]

Find out more »
22 Juli 2021
Load More