13 Oktober 2021
Wicara Kuratorial: Lokalitas dalam Gelaran Oceania
Memasuki minggu kedua Biennale Jogja XVI Equator #6 2021. Jika beberapa hari belakang Biennale Forum menghadirkan seniman partisipan, pada Rabu (13/10/), giliran kurator naik panggung […]
13 Oktober 2021
Mollo dan Wintaos Melawan Godaan Perkotaan
Selasa (12/10), matahari pukul 14.00 tidak mampu menyengat kami di dalam Pawon Pagesangan. Buktinya, kami mampu menikmati nasi thiwul sambil berbincang dan sesekali melempar gurauan. […]
11 Oktober 2021
Mengenang Gunawan Maryanto, “Sakuntala, aku berangkat.”
Alunan musik bertajuk “Yang Tak Pernah Ada”, membuka acara malam itu. Audiens hanyut dalam alunannya. Musik yang digarap oleh Fajar Merah dan Gunawan Maryanto, membawa […]
10 Oktober 2021
Kata Presiden Tidore tentang Lokalitas, Modernitas, dan Jati Diri
Penonton memenuhi Pendopo Ajiyasa, Jogja National Museum, Minggu (10/10). Siang itu, digelar forum diskusi bertajuk “Counter-Internationalism and Beyond Local” sebagai bagian dari Biennale Forum #3 […]
10 Oktober 2021
Hubungan Antara Kolektif Seni dan Institusionalisme Seni
Hari ketiga Biennale Forum pada Minggu (10/10) cukup berbeda. Konsepnya tak lagi seminar, melainkan Focus Group Discussion (FGD). Panggung yang biasanya hanya diisi oleh dua […]
9 Oktober 2021
Seni sebagai Upaya Merebut Sejarah dan Mempertahankan Memori Tanah
Selain moderator, Lisistrata Lusandiana, podium diisi oleh Mumtaz Khan Chopan, seorang seniman asal Afghanistan yang turut terlibat dalam perhelatan Biennale Jogja XVI Equator #6 2021. […]