Cur(e)ating the Earth, Shifting the Center : Tata Bumi Baru, Tata Seni Baru

Salah satu tulisan tentang pandemi yang paling banyak dirujuk karena melihat persoalan kemanusiaan dan ekses sistem kapitalis represif adalah teks yang ditulis Arundhati Roy, “The Pandemi is a Portal”. Tulisan itu dengan jelas menggarisbawahi kenyataan bahwa persoalan pandemi adalah perkara relasi kuasa yang tidak seimbang, penguasaan sumber daya alam dan ekonomi yang tidak berpihak pada yang terpinggir. Merefleksikan pemikiran Roy, kami melihat bahwa pandemi adalah sebuah wajah dari krisis kemanusiaan yang lebih besar, terutama berkaitan dengan relasi manusia dengan alam....Slogan perubahan iklim selama puluhan tahun tidak benar-benar berhasil memaksa kita mengubah cara kita berelasi dengan bumi, bahkan mengeksploitasi habis-habis an. Pada masa pandemi, bumi mengambil waktu merawat dirinya sendiri, sembari mengingatkan manusia untuk berpikir tentang kehidupan masa depan.

Menggeser Pusat adalah salah satu pemikiran Biennale Jogja Equator dalam satu dasa warsa terakhir. Dalam konteks Pandemi, kita melihat bagaimana gagasan “Pusat” dan “Pinggiran” dipertanyakan secara nyata. Negara-negara Asia menunjukkan mereka bisa menjadi kasus-Kasus keberhasilan penanganan pandemi, dan justru memberikan dukungan logistik yang besar untuk negara yang tadinya dianggap lebih ‘berkuasa’. Ada kompleksitas geopolitis yang bergerak. Dalam konteks lebih luas, Menggeser Pusat juga berarti melihat alam sebagai Pusat kehidupan, dan tidak lagi melihat manusia sebagai poros; pasca antropo.

Bagaimana kita merefleksikan gagasan-gagasan ini dalam Praktik kesenian? Kami mengundang para seniman untuk memikirkan kembali Praktik seni dengan upaya merawat bumi dan melihat alam sebagai Pusat hidup. Gagasan kurasi (dari kata cure, menyembuhkan/merawat) menjadi relevan dalam tindakan kita yang nyata untuk membangun ruang hidup bersama yang tidak hanya berkeadilan sosial, tetapi juga berkeadilan alam.

The Fattest Land at the Fair

Syaura Qotrunadha


NeoFormal.Onion

Natasha Tontey


JOGJA_KRONIK

Wimo Ambala Bayang, M. Erlangga Fauzan, Arief Budiman


Drama Audio ”Arisan Siasat”

Erlina Rakhmawati


GORO-GORO GEGERBOYO

GEGERBOYO


Merangkai Memori

Hindra Satyarini


Bertanam Teman, Teman Bertanam

Arum Dayu, Meicy Sitorus


Escape Noah’s Ark

Stefanus Endry Pragusta


YAYASAN TONJO FOUNDATION

Eris Setiyawan, David Ryzalin alias Vandy Rizaldi, Faizal Arrozi, Yahya Dwi Kurniawan


Deeng!!! Hooryaaa

Fj Kunting